Rabu, 24 September 2014

ECOMPOS (Economic Competition for Problem Solving) 2014 sukses dilaksanakan.

ECOMPOS 
(Economic Competition for Problem Solving) 
Tahun 2014


ECOMPOS merupakan program kerja dari Departemen Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa HIMA Jurusan Pendidikan Ekonomi yang berusaha diwujudkan untuk memfasilitasi semua fungsionaris di Fakultas Ekonomi agar dapat menyalurkan aspirasi terhadap permasalahan disektor ekonomi, pendidikan, politik maupun budaya saat ini. Aspirasi disampaikan melalui penyajian masalah-masalah yang harus pemecahkan antar grup, tentunya disertai argumen dan solusi-solusi yang rasional. Penilaian dilakukan oleh juri berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan.




Sabtu, 20 September 2014 pukul 08.00 WIB telah dilaksanakannya lomba debat ekonomi atau yang dikenal dengan nama Economics Competition for Problem Solving (Ecompos). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi di gedung C7 lantai 3 Fakultas Ilmu Sosial Unnes. Kegiatan ini memegang tema “menyukseskan AEC 2015 melalui bidang ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya.” 


Sumber : Dokumen Panitia Kegiatan

Kegiatan ini diikuti tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Universitas Negeri Semarang, tetapi juga diikuti oleh Universitas lain. Peserta lomba debat tersebut adalah Universitas Islam Sultan Agung (Unisulla) Semarang dan Unnes. Dari FE Unnes sendiri mengirimkan lima tim yang terdiri dari perwakilan LK/BSO se-FE Unnes, dan 3 tim dari Unisulla. Dapat dikatakan, lomba ini, FE Unnes “menjamu” FE Unnissula. 

Ada empat juri yang kompeten dalam bidangnya, yang menilai keakuratan jawaban peserta. Dewan jurinya yaitu Dr. Amin Pujiati, SE., M.Si., Agung Yulianto, SE., M.Si., Badingatus Shalihah, SE., M.Si., dan Khasan Setiaji, S.Pd., M.Pd. Acara dimulai pukul 08.00 WIB oleh pendamping kemahasiswaan jurusan pendidikan ekonomi, yaitu Agung Kuswantoro, S. Pd, M. Pd.

Tema lomba debat adalah issue AEC 2015. Kegiatan ini terbagi menjadi tiga tahap. Tahap yang pertama adalah babak penyisihan, di mana masing-masing tim berdebat mengenai mosi yang sudah dipilih oleh peserta. Dalam babak penyisihan ini dimenangkan oleh dua tim dari Unnes dan 2 tim dari Unisulla dan keempat tim tersebut berhak masuk kedalam tahap dua yaitu tahap semi final. Tahap 2 ini tidak berbeda jauh dengan tahap 1 yaitu peserta diminta untuk memaparkan pendapat-pendapat mereka tentang mosi yang sudah diilih oleh peserta. Tahap dua ini dimenangkan oleh 1 tim dari Unnes (Mursal Fajar dkk) dan 1 tim dari Unisulla (Putri dkk). Kedua tim tersebut berhasil masuk kedalam babak final. Pada babak final ini tim Unnes menjadi tim Pro dan tim dari Unisulla menjadi tim Kontra. Debat berjalan begitu panas karena kedua tim tersebut sama-sama memiliki data-data pendukung yang valid sehingga menjadi poin plus untuk keduanya. Akan tetapi setiap perlomba pasti akan ada pemenangnya, dan pemenang lomba debat Ecompos pada tahun ini adalah tim dari Universitas Islam Sultan Agung (Unisulla) sebagai tim kontra. 

Lomba debat seperti ini, harus tetap dipertahankan dalam suatu agenda rutin oleh Hima Jurusan Pendidikan Ekonomi. Selain untuk menambah pengetahuan para mahasiswa, tetapi juga untuk melatih mental mahasiswa untuk berani mengungkapkan pendapatnya di depan umum tentang suatu permasalahan yang sedang update di lingkungan masyarakat atau negara.

“Lomba Ecompos ini sangat bagus dan menarik, tema serta mosi-mosi yang dijadikan sebagai bahan perdebatan pun bagus dan menantang. Lomba ini harus tetap diadakan setiap tahunnya, dan akan lebih baik lagi jika tidak hanya untuk lingkup mahasiswa se-Semarang saja, tetapi juga bisa se-Jawa Tengah.” Ucap Putri (Ketua tim Juara 1 dari Unissula).



Pengirim berita: Wiwi Andriyani, Moderator kegiatan Ecompos

1 komentar:

  1. terimakasih atas informasinya.. bermanfaat untuk para pembaca dan juga menambah wawasan

    ST3Telkom

    BalasHapus

Follow Us @soratemplates