Selasa, 26 Mei 2015

Hai kamu calon-calon mahasiswa baru, tak terasa ya sebentar lagi test SBMPTN segera dilaksanakan. Sudah siapkah kalian? Persiapan apa saja yang sudah kalian persiapkan sejak saat ini?
Jika kamu mendengar test SBMPT apa sih yang ada di benak kamu? Bagaimana sih alur atau proses pelaksanaan test SBMPTN? Apakah sama dengan soal Ujian Nasional?
Nah, khususnya untuk para calon mahasiswa Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Unnes, kalian wajib tahu ketentuan-ketentuan yang ada pada SBMPTN. Selain mempersiapkan belajar soal-soal SBMPTN tahun lalu, prosedur pelaksanaan juga harus kalian ketahui agar kalian tidak bingung. Apa yang harus kalian pahami ketika mengikuti test SBMPTN.
1. Pendaftaran
Pendaftaran SBMPTN 2015 telah dibuka secara online di website http://pendaftaran.sbmptn.or.id mulai tanggal 11 Mei  2015 pukul 08.00 WIB sampai dengan 29 Mei 2015 pukul 22.00 WIB. Sebagai informasi, pengumuman hasil seleksi SNMPTN yang dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2015. Pendaftaran SBMPTN dibuka untuk lulusan SMA/MA/SMK/MAK tahun 2013, 2014, dan 2015. Biaya Pendaftaran sebesar Rp100.000,- dapat dibayarkan melalui Bank Mandiri, Kantor Pos setempat, atau ATM Bersama.
2. Pelaksanaan Ujian
Ujian tertulis SBMPTN rencananya akan digelar selama 1 hari tanggal 9 Juni 2015. Tanggal ini merupakan bersamaan waktu pelaksanaan daftar ulang bagi siswa yang telah diterima melalui jalur SNMPTN 2015. Daftar ulang SNMPTN tidak bisa diwakilkan, jadi misal kamu diterima SNMPTN tetapi ingin mengikuti SBMPTN, pilihannya ada 2:
  1. Tidak daftar ulang SNMPTN (yang berarti melepas status diterima SNMPTN) untuk mengikuti SBMPTN.
  2. Daftar ulang SNMPTN sehingga tidak bisa ikut SBMPTN.
Perlu diketahui juga bahwa melepas status diterima SNMPTN mungkin dapat mengurangi index sekolahmu di PTN yang telah kamu tinggalkan.
Nah untuk kalian, kurang seminggu lagi nih pelaksanaan test SBMPTN. Kalian tentu sudah siap dengan semuanya kan. Termasuk tempat tinggal sementara atau nama kerennya kost yang akan kalian tempati ketika test berlangsung. Khususnya bagi kalian yang rumahnya jauh, saya sarankan untuk datang satu hari sebelum hari pelaksanaan berlangsung. Karena selain agar kalian bisa mempersiapkan matang-matang bekal untuk test, kalian juga bisa adaptasi atau survey terlebih dahulu mengenai tempat dimana kalian mengikuti test. Untuk tahun 2014 kebetulan Unnes menjadi tempat ujian SBMPTN bidang IPA, Hampir 10.000 orang yang mengikuti test belum lagi hari itu juga bersamaan dengan waktu verifikasi bagi calon mahasiswa Unnes yang diterima melalui jalur SNMPTN. Bisa kalian bayangkan Unnes menjadi lautan manusia seketika. Jadi untuk kalian betul-betul harusn dioersiapkan semua .
3. Materi Ujian
Materi ujian SBMPTN tersebut terdiri dari:
  • Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA), yang terdiri atas soal Tes Kemampuan Verbal, Numerikal, Figural, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, masing-masing 15 soal dengan alokasi waktu pengerjaan 105 menit;
  • Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek), yang terdiri atas soal Matematika IPA, Kimia, Fisika, dan Biologi, masing-masing 15 soal dengan alokasi waktu 105 menit; dan/atau
  • Tes Kemampuan Dasar Soshum (TKD Soshum), yang terdiri atas soal Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi, masing-masing 15 soal dengan alokasi waktu pengerjaan 75 menit.                                       4. Kelompok Ujian
  • Kelompok ujian SBMPTN terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:
    1. Kelompok Ujian Saintek  (IPA) dengan materi ujian TKPA dan TKD Saintek
    2. Kelompok Ujian Soshum  (IPS) dengan materi ujian TKPA dan TKD Soshum
    3. Kelompok Ujian Campuran (IPC)  dengan materi ujian TKPA, TKD Saintek, dan TKD Soshum.
    Kalian dapat mengikuti kelompok ujian Saintek, Soshum, atau Campuran tanpa dibatasi penjurusan di sekolah asal. Jadi buat yang misal SMA IPA, boleh ikut kelompok ujian Soshum atau Campuran, Tidak harus Saintek. Bagi yang SMK Akuntansi, boleh milih Kelompok Ujian Saintek, dll.
    5. Pemilihan Jurusan/Prodi
    Jika kamu hanya memilih 1 prodi dapat memilih prodi di PTN manapun, sedangkan jika kamu memilih 2 prodi atau lebih, maka salah satu pilihan prodi tersebut harus di PTN yang berada dalam satu wilayah dengan tempatmu mengikuti ujian. Peserta dibebaskan memilih lokasi ujian yang paling mudah diakses. Tempat ujian tidak menjadi kriteria penerimaan.
    Pembagian wilayah sesuai dengan aturan SBMPTN:
    1. Wilayah 1 meliputi seluruh PTN yang ada di Pulau Sumatera, Kalimantan Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat (+ Untan);
    2. Wilayah 2 meliputi seluruh PTN yang berada di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta;
    3. Wilayah 3 meliputi seluruh PTN yang berada di Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan (- Untan); dan
    4. Wilayah 4 meliputi seluruh PTN yang ada di Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.
Kamu dapat memilih prodi sesuai dengan kelompok ujian yang diikuti. Peserta kelompok ujian Saintek dapat memilih sebanyak-banyaknya 3 prodi Saintek, peserta kelompok ujian Soshum dapat memilih sebanyak-banyaknya 3 prodi Soshum, dan kelompok ujian Campuran dapat memilih sebanyak-banyaknya 3 Prodi yang merupakan campuran dari kelompok Saintek dan Soshum. 

6. Hal yang sering salah dipahami

Selama menjadi admin di @info_SNMPTN, ada beberapa pertanyaan yang sangat sering ditanyakan dan kesalahpahaman dalam hal tersebut, antara lain:

A) Pemilihan jurusan, jenis tes dan wilayah

Kesalahpahaman ini mungkin disebabkan karena sebagian besar siswa menganggap sistem SNMPTN dan SBMPTN sama. Padahal ada beberapa perbedaan cukup mendasar. Oleh karena itu, bagan dibawah sebagai gambaran tahapan-tahapan dalam SBMPTN
Beberapa item yang harus dibedakan di antara kedua jalur tersebut:
  1. SBMPTN tidak peduli asal dan jurusan sekolahmu dulu. Jadi entah kamu dari SMA IPA, IPS atau SMK kamu bebas memilih jurusan kelompok saintek atau soshum, cuma ya seperti dalam bagan diatas, jurusan yang kamu pilih akan mempengaruhi jenis ujian yang akan kamu jalani. Misal nih, contoh si Frieska anak SMK Farmasi, trus dia pas SBMPTN milih pilihan 1 itu jurusan Farmasi UNAIR (Saintek-wilayah III), pilihan 2-nya Kimia ITS (Saintek-wilayah III) dan pilihan 3 Manajemen UGM (Soshum-wilayah II), maka jenis ujian yang dia harus jalani adalah kelompok campuran,karena jurusan yang diambil Frieska terdapat jurusan kelompok saintek dan soshum.
  2. Wilayah tidak sama dengan provinsi. Di SNMPTN terdapat aturan bahwa salah satu jurusan yang dipilih harus berasal dari PTN yang berada satu provinsi dengan asal sekolah. Nah kalo di SBMPTN agak beda aturannya, di SBMPTN aturannya salah satu jurusan yang dipilih harus berasal dari PTN yang berada satu wilayah dengan panitia lokal tempat peserta mengikuti ujian.  Wilayah di sini tidak sama dengan provinsi, wilayah merupakan gabungan dari beberapa provinsi, yang tentuscope-nya lebih luas. Dalam contoh nomor 1 di atas, Frieska bisa mengikuti ujian di semua panitia lokal dalam wilayah II dan III, karena jurusan yang dia pilih berasal dari PTN di kedua wilayah tersebut.

B) Kesalahpahaman tentang Passing Grade

Passing grade (batas minimal) merupakan fenomena tersendiri yang popular bagi calon mahasiswa baru. Banyak yang beranggapan bahwa passing grade merupakan batas minimal agar diterima di sebuah PTN. Pandangan itu sebetulnya keliru, karena pada dasarnya PTN maupun panitia SBMPTN tidak pernah menggunakan passing grade dalam sistem seleksi penerimaannya.
Sederhananya, pertimbangan peserta ujian lolos/tidak adalah berdasarkan nilai-nilai terbaik yang disesuaikan dengan kuota. Misal kuota jurusan Teknik Kimia PTN X tahun ini 50 anak, maka 50 anak dengan nilai terbaik yang mendaftar PTN X yang akan diterima. Jadi pada prinsipnya, jangan menjadikan passing grade sebagai indikator, kejarlah nilai setinggi-tingginya untuk bisa mengalahkan para pesaing lo yang mau jurusan/prodi yang lo incer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @hmjpe_unnes